Uri Uri Budaya Labuh Sesaji Tumpeng Gonobau Dan Tedhak Ripih Sarangan

banner 120x600

Larung sesaji di telaga Sarangan adalah salah satu upaya melestarikan dan menjaga tradisi leluhur yang sudah turun temurun, dengan menggandeng Instansi Terkait, Warga Kelurahan Sarangan gelar tradisi tahunan Labuhan Sarangan yaitu Larung Sesaji “Tumpeng Gonobau dan Tedhak Ripih” dari kegiatan tersebut sebagai wujud rasa syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Acara tersebut dilaksanakan di Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Jum’at (03/03).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, S.H, M.Si, jajaran Forkopimda Magetan, Instansi terkait, Forkopimca Plaosan, serta di ikuti Keluarga Besar PHRI dan Paguyuban lainnya, Warga masyarakat setempat, dan juga Tamu undangan yang hadir.

Adapun dalam pelaksanaannya, Upacara Labuhan Sarangan ini merupakan salah satu tradisi yang rutin dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan setiap satu tahun sekali menjelang Bulan Ramadhan, yang mana dalam pelaksanaannya termasuk dalam rangkaian dari kegiatan bersih desa yang dilakukan pada hari Jumat Pon di bulan Ruwah. Disamping itu, Labuhan Sarangan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Calendar of Event (CoE) Kabupaten Magetan.

Menurut Kepala Kelurahan Sarangan, Prima Suhardi Putra, pihaknya menjelaskan, tradisi tersebut sudah dilakukan setiap tahun, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta permohonan agar Telaga Sarangan terhindar dari marabahaya.

“Tujuan utama dilaksanakannya Kegiatan Labuhan Sarangan yakni merupakan salah satu upaya kami dalam menjaga dan melestarikan Budaya Jawa khususnya di Kabupaten Magetan ini. Disamping itu, ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan,” ujar Prima.

Ditempat yang sama, Bupati Magetan Suprawoto, menyampaikan selamat atas kegiatan sakral yang dilaksanakan setiap tahunnya, semoga bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun.

“Semoga niat Labuhan Sarangan ini mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha ESA, tanpa mengurangi makna dan kesakralan, sehingga kegiatan ini tetap mendapat ridho dan memberikan dampak ekonomi bagi warga Kelurahan Sarangan,” jelas Kang Woto, sapaan akrab Bupati Magetan.

Menurutnya, Tradisi Labuhan Sarangan di tahun 2023 tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Wisatawan domestik mau pun luar negeri, dan juga untuk mengoptimalkan potensi wisata Sarangan khususnya dan wisata lain yang ada di Magetan sehingga para pelaku usaha maju dan rejeki melimpah dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat magetan.

Penulis: Rita Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *