Saat Terima Kunjungan Dubes Italia di Kota Kupang, Pariwisata dan Pengembangan Kota Jadi Poin Penting Yang dibahas

banner 120x600

Guna membahas peluang kerja sama strategis di pariwisata, perikanan, ekonomi dan kesehatan, Duta Besar (Dubes) Italia untuk Indonesia, Benedetto Latteri mengunjungi Kota Kupang. Kunjungan Dubes Italia diterima secara langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH., didampingi Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si., Para Asisten Sekda serta Para Pimpinan Perangkat Daerah terkait yang bertempat di Luang Hoa Restaurant – Aston Hotel, Sabtu (25/2).

Membahas soal pariwisata, George menjelaskan bahwa saat ini Kota Kupang ingin mendukung Provinsi NTT dalam pengembangan sektor pariwisata, sehingga yang menjadi prioritas utama adalah membuat Kota Kupang menjadi bersih yang selanjutnya akan ada gerakan penghijauan dan penataan tempat wisata. Hal ini bertujuan untuk menjadikan Kota Kupang bisa hidup dan dinamis dalam 24 Jam agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara cepat.

Lebih lanjut Penjabat Wali Kota menjelaskan bahwa Kota Kupang sangat membutuhkan investor di bidang infrastruktur, karena fasilitas jalan, drainase, air bersih, sanitasi, dan ruang terbuka hijau masih harus ditata secara lebih baik. Satu hal yang paling berat adalah mendorong perubahan perilaku (mindset) manusia di Kota Kupang dalam mengatasi permasalahan ini.

Menurut Penjabat Wali Kota salah upaya menarik wisatawan ke Kota Kupang adalah mendorong diselenggarakannya festival budaya hingga tingkat kelurahan, mengingat Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT menjadi pusat semua budaya dari 22 Kabupaten yang ada di NTT. “Semua sudah ada dalam rencana, dan saya juga telah mengalokasikan anggaran untuk setiap kelurahan agar memiliki kalender event yang terjadwal secara pasti, dan akan dimulai di Tahun 2023 ini. Ke depan, jika Bapak Dubes Italia ingin berkunjung ke Kota Kupang, dapat melihat jadwal event budaya yang telah ada di kalender event,” ungkap George.

Selanjutnya terkait masalah kesehatan, Penjabat Wali Kota menjelaskan bahwa isu utama di Kota Kupang yang menjadi prioritas adalah stunting dan gizi buruk. Persoalan stunting, pendekatan kolaborasi menjadi pola kerja Pemerintah Kota Kupang, kerja sama dilakukan dengan Fakultas Kedokteran, Akademi Keperawatan perguruan tinggi yang ada di Kota Kupang terkait gizi dan kesehatan.

Sedangkan masalah lainnya terkait inflasi, Kota Kupang telah melakukan terobosan melalui pendekatan _urban farming_ (pertanian perkotaan) dengan memanfaatkan semua potensi lahan yang ada dalam Kota untuk penanaman jenis tanaman umur pendek, seperti: cabai, sayur, tomat, dan sebagainya. Dengan demikian, warga kota yang memiliki lahan sempit dapat menanam dengan menggunakan _polybags_.

“Saya telah bertemu dengan para Rektor dari beberapa Universitas di Kota Kupang, untuk berkolaborasi terkait pendampingan aktivitas Pemerintah Daerah, agar dapat melakukan Kajian Potensi untuk dikembangkan dalam penanganan berbagai isu yang ada di Kota Kupang,” ujar Penjabat Wali Kota.

Apresiasi diberikan oleh Dubes Italia, Benedetto Latteri kepada Pemerintah Kota Kupang yang memiliki rencana dan ambisi yang besar dalam membangun potensi pariwisata yang ada di NTT. Ia menyampaikan bahwa ide-ide yang telah di lakukan Penjabat Wali Kota beserta seluruh jajarannya sangat baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala diantaranya masalah infrastruktur khususnya kebersihan yang menjadi faktor krusial bagi para turis atau wisatawan.

Benedetto menjelaskan bahwa mengelola sebuah kota bukanlah hal yang mudah. Tahun 2030, Kota Roma akan mengadakan pameran yang berfokus pada pengembangan kota dan pelestarian budaya. Event tersebut diharapkan dapat mendorong semua negara di dunia agar dapat memberikan solusi bagi semua arsitek perencana kota dan kesehatan. Pada kesempatan yang sama juga harus dipikirkan bagaimana melestarikan budaya lokal setempat.

Ia menambahkan masalah di Indonesia adalah hujan lebat dan banjir, sehingga harus dipikirkan cara bagaimana mengatur air hujan yang sangat berlimpah di musim tertentu serta menjaga sumber air bersih itu agar sehat dan layak di minum. “Khusus Kota Kupang selain menjaga sumber air bersih, masalah pengumpulan sampah menjadi perhatian serius. Daripada membakar dan membuang sampah ke laut atau aliran sungai, sebaiknya sampah tersebut di daur ulang sehingga dapat diolah menjadi bahan baku dan sumber energi. Saya berharap ketika berbicara terkait pengelolaan sampah, manajemen air bersih, layanan kesehatan dan pembangunan perkotaan, semuanya harus berkelanjutan,” pesan Dubes.

Penulis: ArifinEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *