Pencegahan Penularan HIV dari Ibu Hamil Kepada Bayinya Menjadi Prioritas

banner 120x600

 

Program Pembangunan kesehatan di Indonesia, masih terus memprioritaskan upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan yaitu ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir dan balita. Besarnya masalah kesehatan ibu dan anak ditandai dengan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi serta Stunting terutama di daerah daerah termasuk di NTT.(23/5/2023)

Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Kota Kupang, bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia dan didukung oleh UNICEF NTT/ NTB dan IBI Provinsi NTT, menggelar kegiatan Pelatihan bertema, Diseminasi Monitoring Pelaksanaan Modeling, Pendampingan Masyarakat Pada
Pengobatan Ibu Hamil Dalam Program PPIA.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Kristal, Jl. Timor Raya Kota Kupang ini dibuka langsung oleh,
Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. NTT
Ruth D. Laiskodat., S.Si, Apt, M.M

Tampak para peserta yang terdiri dari para nakes dari seluruh Puskesmas di Kota Kupang, RSU. SK. Lerik, RSUD Johanes, RST Wirasakti, RS. Bhayangkara, KPAD, LSM Flobamora Peduli Jaya, Ikatan Perempuan Positive Indonesia(IPPI) serta berbagai organisasi profesi diantaranya IBI,PPNI, IDI, serius memperhatikan pemaparan materi yang disampaikan oleh Para Narasumber.

” Dengan adanya kegiatan ini diharapkan nantinya Kota Kupang dalam hal pencarian orang yang terindikasi positif HIV itu lebih banyak yang terjaring, kemudian dalam kegiatan penatalaksanaan semakin tuntas, sehingga orang bisa memperpanjang hidupnya dengan pengobatan yang teratur akan menekan angka kematian ” hal ini disampaikan oleh Kadinkes Kota Kupang, drg. Retnowati, saat ditemui usai memberikan materi dalam kegiatan.

Retno menambahkan bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah adanya pengawasan dalam minum obat dari pihak faskes atau minimal dari pihak keluarga terdekat, sehingga orang tersebut dapat menjalani terapi pengobatan secara teratur.

” Ya artinya bahwa kita tahu HIV AIDS ini sebenarnya adalah suatu penyakit yang tidak perlu kita Stigmakan, ya karena dalam kegiatan ada yang orang tahu dan ada pula yang tidak tahu, sehingga melakukan perilaku hal seperti itu tidak tahu dan itu tentunya yang menjadi PR bagi siapapun yang mempunyai fasilitas pelayanan kesehatan, baik itu rumah sakit, puskesmas, klinik swasta atau dokter praktek pribadi perlu selalu menyampaikan, bahkan kalau perlu melihat potensi resiko ataupun dia merupakan populasi kunci didalam identifikasi pasien itu, kita harus cantumkan ” pungkas orang nomor satu di Dinkes Kota Kupang ini.

Tampak hadir pula dalam kegiatan yang dilaksanakan secara Offline dan juga secara Daring ini,
Damita Palalangan, Amd.Keb, SKM, M.Hum – Ketua IBI NTT
Tiurmasari E. Saragih, SKM, M.Kes – Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang.
dr VAMA Chrisna Taolin, MPH
(Health specialist UNICEF NTT/NTB).

Sementara itu dari Unicef, dr. Artha Camelia, MPH, saat ditemui juga menjelaskan, bahwa ini merupakan program nasional, ” ini merupakan bagian dari program Nasional, jadi Unicef juga sebagai mitra pembangunan, terus mendukung program ini terutama dalam rangka meningkatkan capaian untuk test HIV, Sifilis dan Hepatitis B, terhadap ibu hamil juga pengobatannya sehingga diharapkan bisa mencegah penularan ke bayinya sehingga harapannya lagi Indonesia bisa memenuhi komitmennya, untuk mencapai program eliminasi tahun 2030 “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *