Pembangunan Tambak di Desa Yehembang Serap Tenaga Kerja Lokal

banner 120x600
Pembangunan Tambak Udang di Desa Yehembang kecamatan Mendoyo kabupaten Jembrana (27/22023)

Dibangun di atas lahan kurang lebih dua hektar pembangunan tambak udang yang berlokasi di Banjar pasar desa Yehembang kecamatan Mendoyo kabupaten Jembrana ini diharapkan mampu berdampak positif bagi masyarakat khususnya desa Yehembang.

Ditemui di kantor kepala desa Yehembang, Kevin Investor asal Jakarta sekaligus pemilik tambak udang¬† mengatakan “hari ini saya bertemu dengan bapak kepala desa untuk membahas beberapa hal salah satunya terkait MoU untuk perbaikan jalan yang nantinya kita lalui untuk membawa bahan material kebutuhan tambak.

“Kami sepakat dengan desa melalui kepala desa untuk memperbaiki jalan tersebut jika mengalami kerusakan, ini adalah bentuk komitment kami bersama desa yang tertuang dalam surat perjanjian dan sudah kami tandatangani bersama,”ujar Kevin saat dikonfirmasi Senin 27/2.

Kedepan kami mengharapkan bisa selalu bersinergi apalagi saat ini masih dalam proses pengerjaan bahkan tenaga kerja yang bekerja semuanya warga disini, saat ini progres baru mencapai 20 persen kami berharap pengerjaan bisa rampung dalam waktu 6 bulan, sekarang ada 6 orang pekerja semuanya warga lokal, nanti tentunya kita berharap yang menjadi sekala prioritas adalah warga lokal tetapi untuk tenaga ahli kemungkinan kita datangkan dari luar daerah,”pungkasnya.

Sebelumnya memang sempat terjadi kesalahpahaman terkait akses jalan melewati jembatan sebelah barat tambak, “kami melewati jembatan tersebut atas petunjuk dari kepala desa untuk membantu pemadatan akses jalan desa dan itu pun belum sampai ke tambak saya,”ungkapnya.

Tetapi sekarang kita sudah diberikan solusi oleh bapak kepala desa terkait permasalahan tersebut di saksikan jajaran perangkat desa baik itu BPD, linmas serta babinkamtibmas kita telah mengadakan kesepakatan tertulis.”terangnya.

Sementara itu perbekel Desa Yehembang I Made Semadi mengatakan “kemarin dari pihak tambak datang dan meminta petunjuk kepada saya menanyakan akses jalan mana yang bisa dilewati kendaraan menuju ke tambak, nah karena jalan di barat sebelumnya sudah sering dilewati kendaraan berat jadi saya menganjurkan lewat jalan di barat saja,”ucap semadi.

Namun baru sehari setelah dilewati sempat di pertanyakan oleh pihak penyanding, sehingga aktivitas sementara saya stop dulu, karena menurut pihak penyanding dialah yang membangun jembatan tersebut. memang sebelumnya jembatan tersebut dibuat menggunakan dana pribadi tetapi sebenarnya jika jembatan tersebut dibangun di atas tanah negara kan semestinya bisa untuk umum toh itu juga dilewati untuk membantu memadatkan jalan desa dan sama sama diuntungkan,”imbuhnya.

Kita mencarikan solusi supaya tidak terjadi kesalahpahaman lagi, “saya berikan solusi untuk menggunakan akses jalan yang di sebelah timur dan hari ini juga kita adakan kesepakatan atau MoU kalau nantinya terjadi kerusakan jalan akibat dilalui kendaraan pengangkut alat berat maupun pengangkut material proyek dari pihak pengelola tambak mereka sanggup akan memperbaiki jika jalan tersebut rusak.

Semadi berharap pembangunan tambak ini kedepan bisa membantu perekonomian masyarakat Yehembang baik itu tenaga kerja maupun yang lainnya supaya ada dampak positif yang ditimbulkan bagi masyarakat,”tutupnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *