Tampang Para Pelaku Pembacok Mahasiswa Di Titik Nol, Kasus Klitih Jogja Kembali Heboh

banner 120x600

Polisi berhasil meringkus enam pelaku klitih Titik Nol Jogja.

Dua pelaku bekerja di penyewaan skuter listrik di kawasan Malioboro yaitu FN, 28, warga Cokrodiningratan dan YG, 33, warga Sosromenduran.

Dua pelaku lainnya bekerja sebagai driver ojek online atau ojol yaitu TR, 27, warga Pringgokusuman, dan NK, 22, warga Pringgokusuman.

Satu pelaku bekerja sebagai sopir yaitu LT, 23, warga Sosromenduran.

Pelaku terakhir masih berstatus pelajar yaitu GN, 17, warga Pringgokusuman.

Kepolisian memperlihatkan wajah lima dari mereka dan juga menjabarkan peran pelaku di Mapolresta Jogja, Jumat (10/2/2023).

Wajah GN tidak diperlihatkan karena berdasarkan hukum masih tergolong anak-anak.

LT yang bekerja sebagai sopir merupakan eksekutor pembacokan celurit.

Dalam pengakuannya saat jumpa pers di Mapolresta Jogja, LT menjelaskan aksinya dengan senjata tajam (sajam) tersebut didasari rasa solidaritas terhadap temannya. 

“Sebelumnya ditelepon ada teman dikepung di situ, rusuh katanya,” jelasnya, Jumat.

LT membacok korban klitih di Titik Nol Jogja sebanyak dua kali, sekali ke helm korban dan kemudian ke bahu korban.

Kepala Polresta Jogja Kombes Saiful Anwar menjelaskan akibat bacokan tersebut korban mengalami lecet di bahunya. 

Saiful kemudian menyebut penyidik tengah mendalami perkara ini secara saksama dan intensif.

Keenam pelaku klitih Titik Nol Jogja tersebut, jelas Saiful, disangkakan dengan tindakan penganiayaan sesuai KUHP pasal 170. 

“Ancaman hukuman maksimalnya tujuh tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, menurut kesaksian korban GNP (20), kejadian berawal saat pelaku memotong jalan.

Saat itu, GNP bersama teman sekelasnya RK yang berasal dari Mataram, NTB, sedang jalan-jalan di Malioboro.

Pelaku yang sendirian waktu itu terus memepet dan akhirnya menabrak dua korban tersebut di Titik Nol Jogja. 

“Dia ngajak berantem. Meskipun pelaku sendiri, kami enggak mau, penginnya ngobrol baik-baik saja, kami juga enggak salah,” ujar GNP.

Sayangnya, pelaku tetap tidak terima lalu datang lagi bersama lima orang lainnya.

Tak hanya membawa temannya, jelas GNP, dua dari rombongan pelaku juga membawa celurit.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *