Jembrana – Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana melaksanakan kunjungan kerja dalam kabupaten ke Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Kabupaten Jembrana, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, bersama anggota Komisi II lainnya.
Kunjungan kerja yang berlangsung di Kecamatan Negara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan perkembangan PDAM Amertha Jati di bawah kepemimpinan manajemen baru, khususnya terkait peningkatan kapasitas layanan, peningkatan pendapatan perusahaan, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rombongan Komisi II diterima langsung Direktur Perumda Air Minum Amertha Jati, I Gede Puriawan, SE, beserta jajaran.
Dalam pemaparannya, pihak PDAM menyampaikan bahwa kondisi keuangan perusahaan mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2024, PDAM berhasil membukukan laba sekitar Rp1,3 miliar dan setelah dipotong pajak menjadi sekitar Rp1,1 miliar. Sementara pada tahun 2025, perusahaan kembali menargetkan laba bersih sebesar Rp1,3 miliar yang nantinya akan diarahkan untuk dividen daerah, peningkatan pelayanan, serta penguatan operasional perusahaan.
Selain itu, PDAM juga tengah fokus mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Pekutatan dan Melaya yang masih mengalami kekurangan air bersih. Pengembangan jaringan baru melalui pola kerja sama dan sharing profit juga direncanakan guna memperluas cakupan pelayanan serta meningkatkan jumlah pelanggan.
Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan PDAM kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kontribusi terhadap PAD daerah.
“Kami mendorong PDAM agar terus melakukan pembenahan, terutama dalam mengurangi kebocoran jaringan, meningkatkan pelayanan pelanggan, serta mempercepat digitalisasi sistem pelayanan dan penagihan. Ini penting agar perusahaan lebih efisien dan mampu meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Komisi II juga menyoroti sejumlah persoalan strategis, di antaranya tingginya tingkat kebocoran jaringan pipa, evaluasi rasio jumlah pegawai dengan pendapatan perusahaan, optimalisasi pelayanan pelanggan, hingga pengawasan penggunaan air pada sekolah-sekolah yang sudah tutup namun aliran air masih berjalan tanpa meteran.
Selain itu, Komisi II DPRD Jembrana juga mendorong agar setiap pembangunan baru maupun pengurusan izin pembangunan diarahkan menggunakan layanan PDAM sehingga dapat menambah jumlah pelanggan secara berkelanjutan. Dukungan terhadap percepatan pembangunan SPAM Regional Buleleng–Jembrana (Burana) juga dinilai penting guna memperluas pelayanan air bersih di Kabupaten Jembrana.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPRD Jembrana menyatakan dukungan terhadap rencana bisnis PDAM Amertha Jati, khususnya dalam peningkatan kapasitas layanan, pembangunan jaringan baru, pengurangan kebocoran air, digitalisasi pelayanan, serta pengembangan SPAM baru demi meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Jembrana. (!)






