Ini Sosok Dan Pekerjaan Aslinya, Jenderal Gadungan Ini Akhirnya Ditangkap Polisi Militer

banner 120x600

Puspomal atau Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) berhasil menangkap satu orang oknum TNI AL gadungan bernama Misbachul Munir di depan kantor PNM Bonong Mekar, Cipendey Bandung Barat, pada hari Selasa, 31 Januari 2023 kemarin.

Parahnya lagi, oknum TNI gadungan itu nekat menggunakan atribut TNI Angkatan Laut dengan pangkat jenderal bintang satu di pundak atau Laksamana Pertama (Laksma) TNI AL.

Tidak hanya itu, oknum TNI gadungan itu bahkan kerap membuat konten tiktok dengan menggunakan atribut lengkap TNI AL yang diduga untuk menarik perhatian para mangsa atau korbannya.

Danpuspomal Brigjen TNI Mar I Made Wahyu Santoso didampingi Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono, Kadiskum AL Laksma TNI Leonard Marpaung dan Kadispamsanal Laksma TNI Yudhi Bramantyo di hadapan awak media menjelaskan bahwa terungkapnya kasus ini bermula saat ditemukannya akun tiktok yang beberapa kali memuat video seorang laki-laki yang menggunakan seragam TNI AL dengan pangkat Laksma TNI.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut tim gabungan Satlidpam Puspomal, Tim intel dan Dislidpam Pom Lantamal III segera melaksanakan penelusuran dan penyelidikan secara seksama terhadap pelaku untuk mencegah terjadi tindakan yang dapat merugikan banyak pihak maupun citra TNI AL dan diketahui bahwa tersangka bukanlah anggota TNI AL,” kata Danpuspomal Brigjen TNI Mar I Made Wahyu Santoso saat menggelar konferensi pers di Markas Puspomal, Kelapa Gading, Rabu, 1 Februari 2023.

Lebih jauh Danpuspomal menjelaskan, kronologis penangkapan TNI gadungan itu berawal pada hari Senin (30/01) sekitar pukul 22.00 WIB tim bergerak menuju ke alamat Tarum Barat III B14 No 29 Jababeka Cikarang Barat berdasarkan informasi awal yang didapat dari penelusuran kendaraan yang digunakan pelaku dan didapat informasi bahwa mobil tersebut diberikan kepada saudara MN di daerah Telaga Pesona Cikarang Barat.

Kemudian didapatkan informasi dari saudara MN tentang keberadaan pelaku dan nomor telepon pelaku, selanjutnya dilakukan cek posisi dan didapat pelaku berada di daerah Cikalong Kabupaten Purwakarta.

Setelah memperoleh informasi yang tepat, kemudian tim gabungan mencari keberadaan pelaku di daerah Cikalong dan Waduk Cirata guna melaksanakan penyelidikan dan penangkapan.

“Keesokan harinya pada Selasa (31/01) tim gabungan berhasil menangkap pelaku yang berinisial MM yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta,” ujarnya.

“Dari pelaku didapatkan barang bukti baju dan celana dinas PDH lengkap dengan pangkat Laksma TNI, brevet dan tanda jasa, KTP, handphone serta kalung tanda BIN. Pelaku mengaku membuat baju dan membeli atribut TNI AL serta tanda lencana BIN di pasar senen Jakarta Pusat atas keinginan sendiri,” tambah Danpuspomal.

Danpuspomal Brigjen TNI Marinir I Made Wahyu memaparkan, modus yang dilakukan pelaku mengaku sebagai anggota TNI AL berpangkat Laksma TNI, untuk melancarkan aksi bejatnya menarik minat wanita dan pengakuannya sudah beberapa kali bertemu serta melakukan hubungan badan dengan 3 (tiga) wanita berbeda.

“Setelah melaksanakan penyelidikan dan pemeriksaan selanjutnya pelaku akan dilimpahkan ke pihak berwajib yakni Mabes Polri,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal ini terulang kembali, Danpuspomal menegaskan akan terus mensosialisasikan dan menekankan kepada para penjual atribut TNI di manapun terkhusus Pasar Senen untuk tidak mudah menjual atribut kepada seseorang maupun kelompok yang tidak memiliki identitas instansi terkait.

Sementara itu, Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut menegaskan, pihaknya akan terus mensosialisasikan larangan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut menggunakan media sosial dengan tujuan-tujuan negatif.

Selain itu, Dispamsanal juga akan memberikan pengawasan terhadap media-media sosial untuk mengantisipasi seandainya ada pelanggaran seperti ini terjadi bisa segera ditindaklanjuti.

Selain itu, Dispamsanal juga akan memberikan pengawasan terhadap media-media sosial untuk mengantisipasi seandainya ada pelanggaran seperti ini terjadi bisa segera ditindaklanjuti.

Respon cepat personel TNI AL dalam menangkap pelaku pencemaran citra baik TNI AL tersebut diapresiasi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

“Hal ini sejalan dengan penekanan Kasal bahwa setiap personel TNI AL harus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjawab setiap tugas-tugas yang dipertanggungjawabkannya dan memahami tugas masing-masing bidang dengan tetap fokus kepada arah kebijakan Kasal,” kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *