MTQ VIII Korpri Nasional 2026 Sulsel Jadi Persembahan Terakhir, Prof Zudan: Sudah Saatnya Regenerasi!

Keterangan Foto : MTQ VIII Korpri Nasional 2026 Sulsel Jadi Persembahan Terakhir, Prof Zudan: Sudah Saatnya Regenerasi!
banner 120x600

MAKASSAR — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional 2026 di Sulawesi Selatan menjadi momentum terakhir bagi Prof Zudan Arif Fakhrullah dalam kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Korpri.

MTQ VIII Korpri Nasional 2026 juga mencatat rekor jumlah peserta sepanjang sejarah penyelenggaraan. Sebanyak 1.173 peserta dari 38 provinsi serta 77 kementerian dan lembaga akan mengikuti rangkaian perlombaan yang digelar di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Prof Zudan mengatakan, kepengurusan DPN Korpri periode saat ini akan segera berakhir. Ia menyebut masa kepemimpinannya bersama jajaran pengurus telah berlangsung selama dua periode sehingga tidak dapat kembali mencalonkan diri untuk periode berikutnya.

“Iya, ini merupakan MTQ terakhir dalam kepemimpinan saya. Kami memimpin di Korpri sejak 2015 dan tahun depan seluruh kepengurusan kami sudah habis masa jabatannya. Sudah dua periode dan tidak bisa lagi dipilih untuk tiga periode,” kata Zudan usai malam ramah tamah dan ta’aruf jelang pembukaan MTQ VIII Korpri Nasional 2026 di Sulawesi Selatan.

Menurut dia, berakhirnya masa kepengurusan harus menjadi momentum kaderisasi dan regenerasi di tubuh Korpri. Ia berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan penyelenggaraan MTQ Korpri agar nilai-nilai Al-Qur’an terus berkembang di lingkungan birokrasi.

“Ini sudah saatnya terjadi kaderisasi dan regenerasi. Saya berharap MTQ yang sudah kita selenggarakan enam kali berturut-turut dan dua kali sebelumnya oleh kepengurusan terdahulu bisa dilanjutkan oleh kepengurusan yang akan datang, sehingga nilai-nilai Qur’ani bisa terus membumi di kalangan birokrasi,” ujarnya.

Zudan mengatakan perkembangan MTQ Korpri menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada penyelenggaraan pertama pada 2012, kegiatan tersebut hanya diikuti sekitar 33 kontingen.

Kini, jumlah kafilah yang mengikuti MTQ Korpri Nasional telah meningkat menjadi 117 kafilah dari berbagai provinsi, kementerian, dan lembaga. Selain jumlah peserta yang meningkat, cabang perlombaan juga terus dikembangkan sehingga minat ASN untuk berpartisipasi semakin besar.

“Jumlah pesertanya naik sekitar empat kali lipat dibandingkan MTQ pertama tahun 2012 yang jumlahnya 33 kontingen. Jenis pertandingannya juga kita tambah sehingga minat para ASN untuk mengikuti semakin meningkat,” kata dia.

Rangkaian perlombaan MTQ VIII Korpri Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25-27 Agustus 2026. Sementara babak final akan digelar pada 28 Agustus 2026.

Selain 1.173 peserta, panitia juga mencatat sebanyak 465 official yang akan mendampingi para kafilah dari berbagai daerah dan instansi pemerintah.

Menurut Zudan, penyelenggaraan tahun ini memiliki keunikan karena kegiatan dibagi di dua daerah, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep. Pola tersebut dinilai dapat mendorong kolaborasi sekaligus pembagian beban pembiayaan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

“Penyelenggaraannya dibagi di dua tempat sehingga terjadi sharing biaya antara Kota Makassar dengan Kabupaten Pangkep. Ada yang ditanggung provinsi, ada Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep. Ini bagus dan cukup meringankan penyelenggaraan MTQ kali ini,” ujarnya.

Ia menegaskan MTQ Korpri tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyiarkan Islam dan membangun budaya Qurani di kalangan aparatur sipil negara.

Menurut Zudan, nilai-nilai Al-Qur’an harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas sebagai ASN. “Mari membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan ASN. Al-Qur’an harus dibaca, dihidupkan, dan diamalkan,” tegasnya.

Ia juga mengaitkan ketelitian dalam membaca Al-Qur’an dengan profesionalisme ASN dalam bekerja. Menurutnya, seorang aparatur harus mampu bekerja secara presisi sebagaimana seorang qari memperhatikan tajwid dan makhrajul huruf dalam membaca Al-Qur’an.

“Bekerjalah dengan presisi, sama dengan bacaan. Tajwid dan makhrajul hurufnya harus presisi,” kata Zudan. Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menyampaikan terima kasih kepada DPN Korpri yang telah mempercayakan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah MTQ VIII Korpri Nasional 2026.

“Kita berterima kasih kepada DPN Korpri Pusat yang mempercayakan Sulsel sebagai tuan rumah MTQ Korpri, khususnya Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep,” ujar Fatmawati.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi ASN untuk tetap menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.

Fatmawati juga mengapresiasi Zudan yang ketika menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan mendorong kebiasaan mengaji sebelum memulai pekerjaan bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain mengikuti rangkaian MTQ, ia mengajak seluruh peserta dari berbagai daerah untuk menikmati destinasi wisata serta kuliner khas Sulawesi Selatan selama berada di daerah tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh kafilah. Ia berharap Makassar dapat menjadi tuan rumah yang baik dan seluruh rangkaian MTQ VIII Korpri Nasional 2026 berjalan sukses hingga penutupan di Kabupaten Pangkep. (!)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *