Terkesan Dipolitisir, Banyak Pihak Sayangkan Pemberhentian AWK Dari DPD RI

Pers Nasional

Keterangan Foto : Terkesan Dipolitisir, Banyak Pihak Sayangkan Pemberhentian AWK Dari DPD RI
banner 120x600

Denpasar – Keputusan Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau BK DPD RI memberhentikan Dr IGN Arya Wedakarna yang akrab disapa AWK, pada Jumat (2/2/2024) disayangkan banyak pihak.

IPS, salah seorang warga masyarakat Bali asal Kabupaten Jembrana, menilai pemberhentian AWK dari DPD RI terkesan dipolitisir, lantaran masa jabatan Arya Wedakarna sebagai Senator Bali hanya tinggal menghitung hari. Dimana, AWK diberhentikan pada 2 Pebruari, sementara pelaksanaan Pemilu akan digelar pada 14 Pebruari mendatang.

“Kami menilai ini terkesan dipaksakan dan seakan ada permainan politik, lantaran masa jabatan AWK sebagai Senator Bali hanya tinggal menghitung hari saja. Sehingga, dipecat atau tidak, yang jelas tinggal 12 hari lagi jabatan AWK sebagai Anggota DPD RI Dapil Bali tentu berakhir dalam periode ini”, pungkas IPS.

Hal senada disampaikan warga lainnya, mereka menyayangkan hal ini, lantaran pemberhentian AWK ini, bukan hanya berkait individu pribadi, melainkan nama Utusan sebagai Senator Bali, yang tentunya, ini adalah membawa citra Bali.

“Kami rasa wajar jika AWK bertindak tegas pada oknum yang hidup di Bali, mencari makan di Bali, namun tidak mengesankan Bali. Sehingga hal ini, terkesan dilebih-lebihkan, agar AWK terlihat bermasalah. Coba orang lain yang meremehkan Hindu Bali, cukup dengan Materai 10.000, lihat kasus Desak Dharmawatai, Kasus Intoleransi Nyepi di Sumber Klampok, kasus pelecehan terhadap Dewa Ganesha, dan lainnya, apa tindak lanjutnya. Tapi, AWK yang justru berjuang untuk rakyat Bali, membawa nama Senator Bali harus diberhentikan hanya lantaran ketegasannya. Ini sungguh tidak adil, dengan membiarkan orang lain tertawa, melihat orang Bali saling gigit sesama orang Bali “, ketus para warga.

Di sisi lain, AWK membenarkan hal ini. Terkait pemberhentian tersebut, AWK menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa malu dipecat dari jabatannya sebagai anggota DPD RI Dapil Bali. AWK menegaskan bahwa langkahnya untuk membela agama Hindu dan rakyat Bali adalah prioritas utamanya.

“Saya tidak malu (dipecat), karena membela agama Hindu dan rakyat Bali. Saya tidak malu dipecat DPD RI karena laporan MUI, lantaran membela umat Hindu Bali. Ini strategi mempersatukan umat rakyat Bali”, ungkapnya saat dikonfirmasi pada Jumat (2/2/2024).

Keputusan BK DPD RI ini memang menandai akhir dari peran Arya Wedakarna sebagai anggota DPD RI, namun tentu menyisakan banyak pertanyaan tentang dampak politik dan sosialnya baik secara Nasional, maupun Bali pada khususnya, lantaran dalam hal ini, sosok AWK adalah membawa nama Bali, bukan atas nama pribadi saja. (!)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *