Pemkot Kupang Gandeng Lembaga PBB UNICEF, Serta Berbagai Pihak Atasi AKI dan Stunting

banner 120x600

Pemerintah kota kupang bekerjasama dengan berbagai pihak mendukung pemerintah dalam menurunkan Prevalensi Wasting, Stunting, AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi).

Salah satu bentuk kerjasamanya adalah bersama UNICEF yang bekerja mendukung program pemerintah kota Kupang dalam pelaksanaan Program Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT), kegiatan Inovasi Deteksi Dini, Rujukan Balita Wasting Kelas Prenting Posyandu dan Paud, melalui Program Lila keluarga di kota Kupang.

Senin 31 Juli 2023, berlokasi di Ruang Gaharu, Hotel Neo Aston Kupang, Jl.Piet A. Tallo, Kelapa Lima, Kota Kupang, Pukul 09.00 Wita, Yayasan Sanggar Suara Perempuan (YSSP) berkaloborasi dengan UNICEF dan Pemerintah Kota Kupang menggelar kegiatan Lokakarya Penguatan Peran Kader Dalam Mendukung Pencegahan dan Tata Laksana Wasting Di Kota Kupang.

“ Oleh karena itu tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberi informasi dan membangun pemahaman serta komitmen bersama seluruh Stakeholder, tentang pentingnya penguatan peran kader dalam mendukung pencegahan dan tata laksana wasting,” ujar Imelda.

UNICEF sebagai lembaga PBB selalu melihat pentingnya semua hak-hak anak termasuk memastikan pada anak memiliki hak tumbuh kembang secara sehat sampai dewasa.

Di tempat yang sama dan waktu yang berbeda, kepala UNICEF Perwakilan NTT/NTB Yudhistira Yewangoe pun mengatakan, “keluarga adalah benteng utama dalam pemenuhan hak-hak anak, karena keluargalah yang bisa mensejahterakan anak sejak dini hingga dewasa”.

Ada beberapa hal yang bisa memastikan anak bisa tumbuh kembang dengan baik diantaranya Imunisasi Lengkap dan Monitoring tumbuh kembang anak dari lahir.

“ Keluarga perlu diperkuat agar dapat memiliki pengetahuan dan kapasitas sehingga bisa mendampingi anaknya mulai dari 0 Bulan sampai 3 tahun,” jelas Yudhistira.

Yudhistira pun menambahkan, “selain keluarga, dilain pihak ada juga pemerintah yang memiliki komitmen untuk menjaga bahwa generasi penerusnya dapat tumbuh kembang dengan baik, sehingga pemerintah selalu memperkuat dari sisi kesehatan baik dari tenaga kesehatan maupun fasilitas kesehatan,” bebernya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut 10 Kader posyandu yang merupakan Kader – Kader masyarakat yang menjadi tumpuan awal pencegahan dan deteksi dini.

“ Menjadi Suatu modal yang sangat kuat apabila kader-kader bisa ikut mendampingi keluarga dalam meningkatkan pengetahuan, mencegah dan mendeteksi masalah – masalah pada anak,” sambung Yudhistira.

Pejabat walikota kupang George M. Hadjoh menekankan bahwa untuk mempersiapkan anak-anak, ekonomi keluarga menjadi bidang utama yang harus diperhatikan, sehingga pemerintah juga harus berpikir menciptakan lapangan pekerjaan mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan sampai tingkat atas.

Dengan ekonomi keluarga yang kuat maka keluarga akan bisa memenuhi semua yang diinginkan termasuk kesehatan.

Pejabat walikota kupang George M. Hadjoh mengatakan, “Ada lima hal penting yang perlu diperhatikan yaitu kecerdasan, kepedulian, keberanian, jaringan kerja dan juga kekuatan atau kesehatan kita,” katanya.

Selanjutnya George, “Pemerintah juga harus bekerjasama dengan lembaga agama, perguruan tinggi, agar bersama – sama mendesain suatu program untuk melahirkan anak – anak cerdas yang dipersiapkan dari 0 bulan sampai usia 3 tahun,” sebutnya lagi.

Terkait kader posyandu George pun mengatakan tidak lagi membutuhkan teori – teori yang banyak, dari abstrak kita harus masuk ke konkret, yang dimana 10 kader posyandu ini mengajarkan kepada keluarga – keluarga bagaimana untuk hidup yang berkualitas.

“ Mari kita bangun mindset kerja keras untuk melahirkan kualitas hidup yang hebat agar kita tidak lagi melahirkan anak-anak yang Wasting dan juga Stunting,” pintanya.

“ Pemerintah juga harus memikirkan bagaimana supaya ada program kolaborasi tetapi juga menciptakan lapangan kerja, kolaborasi tentang pengetahuan, tentang pemahaman bagaimana supaya ibu yang hamil sampai melahirkan akan dikawal, mulai dari usia 0 bulan sampai usia 3 tahun,” bebernya.

Pemerintah kota kupang berupaya optimal untuk mencapai target penurunan Prevalensi Wasting, Stunting, AKI dan AKB yang merupakan indikator utama pembangunan kesehatan suatu daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *