Luar Biasa Semarak Penutupan Festival Kupang Doldolu, Simak seperti apa keseruannya

banner 120x600

Ada yang berbeda dalam prosesi penyambutan para pejabat Forkopimda Kota Kupang, dalam penutupan Festival Budaya dan Seni, Kupang Doldolu 2023 ini, karena adat Natoni dilantunkan oleh anak-anak usia sekolah dasar berbeda dengan biasanya yang dilakukan oleh para orang tua

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Kupang bersama Bank BTN ini didukung oleh Pemprov NTT.

Asisten Pemerintahan Setda NTT, Max Halundaka dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Festival KTI IX yang diselenggarakan selama 6 hari ini dinilai sukses.

Dalam Festival yang diisi dengan berbagai acara sejak dilaunching tanggal 22 Juli lalu dimeriahkan oleh kehadiran 17 developer dan 40 UMKM.

Selama Festival bank BTN berhasil memperoleh 450 rekening atau nasabah baru dan penukaran poin Spektra 50 kali dengan total transaksi Rp293 juta dan untuk transaksi menggunakan QRIS senilai kurang lebih Rp30 juta.

“Dengan nilai transaksi sebesar hampir Rp300 juta, berarti sudah mampu menekan inflasi di kota Kupang.” Tandas Max bangga.

Keanekaragaman budaya ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Tumbuh dan berkembang serta berfungsi untuk memperkokoh tali persaudaraan dan kesatuan di antara kita semua penduduk Nusa Tenggara Timur yang multi budaya agama pada hakikatnya merupakan sebuah potensi dan modal dasar untuk berkembang di daerah ini dalam membangun daerah ini.

Oleh karena itu selain mengelola dan melestarikan kebudayaan dengan baik juga penting bagi kita untuk memperkokoh budaya yang dalam pelaksanaannya melibatkan semua pihak.

“Pak Walikota agar supaya dapat meneruskan ke tahun depan yang lebih baik lagi kegiatan ini.

Pemprov NTT mengapresiasi FKTI ke IX yang dihadiri sekitar 1000 peserta yang merupakan perwakilan dari figur pemerintah nasional, pemerintah daerah, Mitra pembangunan internasional dan nasional, organisasi non pemerintah, akademisi, sektor swasta, pemuda, petani, nelayan, masyarakat adat, profesional, jurnalis, mahasiswa dan pemerhati kawasan Timur Indonesia.

Sementara Ketua Pokja Festival FKTI ke 9 Prof.Winarni Monoarfa dalam sambutannya secara singkat mengapresiasi kemeriahan penyelenggaraan Festival ini sejak hari pertama dilaunching penjabat Wali Kota Kupang dan berakhir malam ini dengan Malam Puncak Pentas Seni Budaya.

Ia berharap ke Forum seperti ini dapat diteruskan di Provinsi NTT karena banyak kerja suksed dan cerdas yang sudah dilakukan oleh semua unsur di Provinsi ini.

Ketua Yayasan BaKTI Muh.Yusran Laitupa mengucapkan terima kasih untuk dukungan semua pihak dan lewat sharing informasi dan karya-karya yang dipamerkan dalam Festival akan diteruskan dalam pelaksanaan pemerintahan diberbagai aspek ke depannya untuk membangun Provinsi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *