Kapolda NTT Berbagi , Air Mata Haru Warga Kurang Mampu di TTS jadi Saksi

banner 120x600

Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Johni Asadoma, M.Hum dan Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vera Asadoma menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten TTS, Rabu (12/7/2023).

Penyerahan Bansos dilakukan di dua tempat yakni di Kantor Desa Maunum, Kecamatan Amanuban Tengah dan di salah satu rumah warga atas nama Maksem Tasesak tepatnya di Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS.
Bansos berupa paket sembako diserahkan kepada masyarakat Desa Maunum, Kecamatan Amanuban Tengah, sebanyak 100 paket, dan kepada masyarakat Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, sebanyak 75 paket.
Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dari Polri kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut. Jenderal Bintang Dua ini juga memberikan imbauan kamtibmas dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena telah membantu Polri menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Pada kesempatan ini Kapolda NTT menjelaskan tugas polisi dalam menjaga kamtibmas, yaitu penegakan hukum, melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.


“Polisi diharapkan selalu berada di tengah-tengah masyarakat, termasuk melalui program jumat curhat untuk mendengarkan keluhan warga secara langsung”, ujar Irjen Pol Drs. Johni Asadoma, M.Hum.
Ia juga menyoroti isu-isu seperti bahaya mengkonsumsi minuman keras (Miras) yang dapat merugikan kesehatan dan menyebabkan tindak pidana, masalah stunting yang dapat dicegah melalui asupan gizi yang baik dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang harus dilaporkan kepada polisi jika ada tawaran pekerjaan di luar negeri yang mencurigakan.
“Oleh karena itu, kalau ada yang datang membujuk untuk kerja di luar negeri, tangkap dan laporkan ke Polisi jangan ragu-ragu”, tegas Kapolda NTT.
Sementara terkait masalah Rabies, orang nomor satu di jajaran Polda NTT ini memberikan imbauan kepada masyarakat bahwa, jika ada binatang anjing yang terpapar virus Rabies, langkah yang disarankan adalah untuk memusnahkannya.

“Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan diri, keluarga, dan orang lain yang berada di sekitar binatang tersebut. Namun, penting untuk dicatat bahwa proses pemusnahan binatang harus dilakukan dengan hati-hati dan aman”, harapnya.
“Ingatlah selalu untuk tetap waspada terhadap penyakit Rabies dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain”, tandasnya.

Selain itu, ia memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh berita hoaks atau fitnah yang dapat memecah belah kesatuan bangsa, terutama menjelang dan setelah pemilu.
“Kerukunan dan kedamaian masyarakat harus tetap dijaga”, imbaunya.
Terakhir mari kita mendukung masa depan anak-anak kita, termasuk mendorong mereka untuk belajar dan bekerja keras dalam meraih cita-citanya”, pungkas Kapolda NTT.

Ikut mendampingi Kapolda dan Ketua Bhayangkarai Daerah NTT dalam kegiata ini sejumlah Pejabat utama Polda NTT beserta pengurus Bhayangkari, Kapolres TTS dan Ketua Bhayangkari Cabang TTS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *