Diduga Sembunyikan Belangnya, Saat Dikonfirmasi Ketua Yayasan Tidak Tahu Menahu Soal Indikasi Ijazah Palsu Dan Pengangkatan Kepsek MI Labu Sadak

Cyber Media News

Keterangan Foto : Diduga Sembunyikan Belangnya, Saat Dikonfirmasi Ketua Yayasan Tidak Tahu Menahu Soal Indikasi Ijazah Palsu Dan Pengangkatan Kepsek MI Labu Sadak
banner 120x600

Anggaran yang cukup fantastis di tahun 2020, yang menelan anggaran Rp 1,5 Miliar untuk lembaga yayasan pengembangan DDI Labusadak Desa Sukajeruk kecamatan Masalembu. Sedangkan pembangunan ruang kelas yang menelan anggaran Rp.200.000,000,- yang menjadi kontroversi masyarakat mulai memanas.

Pasalnya kepala sekolah Abd Basit, sejak tahun 2004 menjadi guru Agama, dan 2009 diangkat sebagai Kepala Sekolah, kemudian 07/07/2023 resmi mengajukan surat pengunduran diri selaku kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) DDI Labusadak yang mendapat sertifikasi di tahun 2014.

Pada saat di konfirmasi awak media ke ketua yayasan, yaitu Dr. Ach Bakri menjelaskan “pengajarnya alumni semua, jadi tidak mempermasalahkan punya ijazah atau tidak jadi di Ml itu kan tidak digaji termasuk saya sendiri pengajarnya,”ungkapnya Selasa, (01/08/2023).

“Untuk ijazah saya sudah menjelaskan dari awal ijazah itu tidak jadi masalah untuk mengajar, jadi lebih jelasnya pertanyakan ke mantan pengawas (pak Ramli)”, dengan nada tenang imbuhnya.

Sedangkan kepala sekolah  sendiri yaitu Abd Basit tidak tahu mengenai ijazah yang diperolehnya ungkap Sukarman dari Lembaga Komunitas Pemberantas Korupsi (LKPK).

Mengenai ijazah palsu kepala sekolah ponpes DDI Labusadak, ketua yayasan tidak tahu menahu bahkan langsung tanyakan kepada pengawas yang terdahulu, diduga kuat ada permainan story family mengenai pembuatan ijazah yang merujuk pada hukum.

“ini kan aneh, ujar Sukarman. Bersamaan di tahun 2009 kepala sekolah diangkat oleh Dr. Bakri dan di tahun itu juga beliau menjadi ketua yayasan” tuturnya.

Lanjut Karman “pertanyaannya kenapa kepsek tidak tau kalau kepsek sudah mempunyai ijazah padahal kepsek waktu itu tidak kemana-kemana bahkan sudah saya cek ke (STAI) Mangkoso tidak terdaftar, ini jelas pengakuan Dr. Bakri bahwa beliau tidak pernah memeriksa ijazah yang pengangkatannya dari Dr. Bakri sendiri anehkan”, imbunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *