Kemah Budaya X Tahun 2026 Jadi Wadah Pelajar Jembrana Perkuat Kepedulian Terhadap Budaya Daerah

Keterangan Foto : Kemah Budaya X Tahun 2026 Jadi Wadah Pelajar Jembrana Perkuat Kepedulian Terhadap Budaya Daerah
banner 120x600

Jembrana – Sebanyak 56 pelajar tingkat SMA/SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Jembrana mengikuti kegiatan Kemah Budaya X Tahun 2026 yang digelar di Museum Manusia Prasejarah Gilimanuk. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan Tari Bakti Marga yang dibawakan Sanggar Pradnyaswari dan diiringi alunan musik tradisional Jegog dari Sekha Jegog Kembang Waru Jimbarwana, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta doa bersama.

Ketua Panitia Kemah Budaya X Tahun 2026, Rehan Bagus Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengangkat tema “Satya Bhakti”, yang menekankan nilai kejujuran, kesetiaan, dan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat. Tema tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki integritas serta kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya.

“Melalui tema ini, peserta diharapkan menjadi kader pelestari budaya yang mampu menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jembrana, I Ketut Armita, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan karakter generasi muda.

Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, keterlibatan pelajar dalam kegiatan seperti Kemah Budaya sangat penting untuk memperkuat rasa memiliki terhadap budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Ia juga mengajak para peserta untuk tetap kreatif dan terbuka terhadap kemajuan teknologi, namun tidak melupakan akar budaya yang menjadi jati diri masyarakat Bali.

Selain itu, peserta diingatkan untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi dan mampu menyaring berbagai pengaruh yang datang dari luar agar tidak mengikis nilai-nilai moral dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Pemilihan Museum Manusia Prasejarah Gilimanuk sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan dinilai sangat tepat karena memiliki nilai sejarah dan edukasi yang tinggi. Keberadaan berbagai peninggalan masa lampau di museum tersebut menjadi sumber pembelajaran yang dapat memperkaya wawasan peserta mengenai perjalanan peradaban manusia di wilayah Jembrana.

Pembukaan Kemah Budaya X Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan kulkul dan penyematan tanda peserta kepada perwakilan pelajar yang mengikuti kegiatan.

Mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Kabid Adat, Tradisi dan Warisan Budaya, I Gede Suartana, menjelaskan bahwa selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang berfokus pada pelestarian adat dan budaya.

Menurutnya, Kemah Budaya tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga ruang interaksi bagi generasi muda untuk memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan pemahaman budaya, serta menanamkan tanggung jawab dalam menjaga warisan budaya daerah.

Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari aksi bersih pantai di kawasan sekitar museum, lomba ilustrasi temuan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), hingga sarasehan budaya yang menghadirkan berbagai materi terkait sejarah, adat, dan tradisi lokal.

Selain itu, peserta juga akan berkompetisi dalam sejumlah lomba seperti Kontingen Terbaik, Peserta Terbaik Putra, Peserta Terbaik Putri, serta Lomba Ngorte Basa Bali.

Pihak penyelenggara berharap Kemah Budaya X Tahun 2026 mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap budaya, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Jembrana di tengah tantangan globalisasi yang terus berkembang. (!)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *