Evaluasi Pengelolaan Sentra Tenun, Komisi II DPRD Jembrana Gelar Rapat Kerja

Keterangan Foto : Evaluasi Pengelolaan Sentra Tenun, Komisi II DPRD Jembrana Gelar Rapat Kerja
banner 120x600

Jembrana – DPRD Jembrana melalui Komisi II menggelar rapat kerja bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Senin (13/4/2026). Kegiatan berlangsung di ruang rapat Komisi II dengan fokus pembahasan program prioritas tahun anggaran 2027.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, S.Sos, MH dan dihadiri perwakilan dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, serta instansi teknis lainnya.

Dalam forum tersebut, pembahasan mengerucut pada perencanaan program kerja OPD, khususnya terkait aspek penganggaran, efisiensi keuangan, serta penguatan sektor ekonomi kerakyatan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah pengelolaan Sentra Tenun Jembrana. Fasilitas yang merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif dan pemasaran produk lokal.

Ketua Komisi II menyampaikan bahwa hingga saat ini pemanfaatan Sentra Tenun belum berjalan optimal, meskipun secara lokasi dan fasilitas sangat mendukung.

“Sentra Tenun ini sebenarnya sangat strategis. Bisa menjadi wadah kreativitas generasi muda sekaligus pusat promosi UMKM. Namun, pemanfaatannya masih belum maksimal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah adanya perubahan kewenangan pengelolaan akibat penyesuaian nomenklatur OPD. Peralihan tanggung jawab dari dinas sebelumnya ke dinas lain disebut berdampak pada belum optimalnya pengelolaan di lapangan.

Selain itu, keterbatasan dukungan anggaran juga menjadi tantangan dalam mengembangkan kapasitas produksi serta memperluas pemasaran produk UMKM yang ada di Sentra Tenun.

Meski demikian, Komisi II menilai pemerintah daerah telah berupaya memberikan dukungan melalui berbagai program pembinaan dan bantuan anggaran. Namun, diperlukan strategi yang lebih terintegrasi agar hasilnya lebih maksimal.

Sebagai langkah konkret, Komisi II mendorong sinergi lintas sektor, termasuk menjalin kerja sama dengan pelaku pariwisata seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia serta instansi pariwisata daerah guna meningkatkan promosi Sentra Tenun kepada wisatawan.

“Kita ingin wisatawan yang berkunjung ke Bali tidak hanya terpusat di wilayah selatan, tetapi juga melirik Jembrana. Sentra Tenun ini sangat potensial karena lokasinya strategis dan mudah diakses,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai kualitas produk UMKM Jembrana sebenarnya mampu bersaing dengan produk daerah lain. Bahkan, tidak sedikit produk lokal yang justru dipasarkan di luar Jembrana, seperti di kawasan Denpasar dan sekitarnya.

Dalam diskusi tersebut juga mengemuka sejumlah usulan, di antaranya optimalisasi ruang yang masih kosong di area Sentra Tenun serta penambahan variasi usaha. Tidak hanya fokus pada produk kain tenun, tetapi juga membuka peluang bagi usaha kerajinan, kuliner, hingga konsep kedai kopi.

Komisi II juga menekankan pentingnya peningkatan sosialisasi kepada pelaku UMKM agar mereka lebih memahami peluang yang tersedia dan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal.

“Perlu ada pendekatan lebih intens ke masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan generasi muda, agar Sentra Tenun benar-benar hidup dan produktif,” pungkasnya. (!)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *